Twitter
RSS

Playlist

Get a playlist! Standalone player Get Ringtones
Tampilkan postingan dengan label Pesawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesawat. Tampilkan semua postingan

Struktur Pesawat Udara

0

Diterjemahkan secara bebas dengan sepengetahuan FAA (Federal Aviation Administration) dari Pilot's Handbook of Aeronautical Knowledge. Dokumen asli bisa anda dapatkan di website www.faa.gov

Menurut definisi FAA (Badan Penerbangan Amerika Serikat) di FAR (Federal Aviation Regulation) saat ini yang juga diadopsi oleh Indonesian CASR (Civil Aviation Safety Regulation), Part 1, Definition and Abbreviations, aircraft adalah sebuah perangkat yang digunakan atau dimaksudkan untuk digunakan dalam penerbangan. Kategori aircraft untuk sertifikasi penerbangnya dalam hal ini adalah airplane, rotorcraft, lighter-than-air, powered lift, dan glider. Part 1 tersebut juga mendefinisikan airplane/ pesawat terbang sebagai: digerakkan mesin, sayap tetap yang lebih berat dari udara, dalam penerbangannya ditahan oleh reaksi dinamis dari udara yang berlawanan arah dengan sayapnya. Bab ini menyediakan sedikit pengenalan terhadap pesawat terbang (airplane) dan komponen-komponen utamanya.

KOMPONEN UTAMA

Meskipun pesawat terbang dirancang untuk berbagai keperluan, kebanyakan mempunyai komponen utama yang sama satu dengan lainnya. Karakter utama dari sebuah pesawat terbang ditentukan oleh tujuan awal rancangannya. Kebanyakan struktur pesawat terdiri dari fuselage (badan pesawat), sayap, empennage (bagian belakang), roda pendaratan, dan mesin.

Komponen Utama Pesawat Udara

Komponen Utama Pesawat Udara

Aircraft—A device that is used for flight in the air.

Airplane—An engine-driven, fixed-wing aircraft heavier than air that is supported in flight by the dynamic reaction of air against its wings.

http://ilmuterbang.com/artikel-mainmenu-29/teori-penerbangan-mainmenu-68/26-private-pilot/111-bab-1-struktur-pesawat-udara

Prinsip Penerbangan- Hukum Bernoulli

0

Bagaimana sayap dapat mengangkat pesawat?

Kalau kita perhatikan, bentuk dasar sebuah sayap pesawat terbang adalah seperti yang terlihat di gambar 1. Perhatikan bahwa dasar sayap adalah datar. Sedangkan permukaan atas sayap melengkung dengan sudut tertentu. Bentuk ini yang menyebabkan perbedaan tekanan antara bagian atas dan bagian bawah sayap mendorong pesawat ke atas.

penampang sayap

Ini adalah aplikasi dari ide Bernoulli (1700-1782). Memang kalau kita mempelajari aerodinamika lebih dalam, teori ini mungkin tidak berlaku lagi pada kecepatan tertentu, tapi ide Bernoulli masih merupakan prinsip dasar dari cara kerja sebuah sayap pesawat.

Seorang penerbang tidak memerlukan aplikasi rumit dari persamaan Bernoulli, tapi dapat memahami cara kerja pesawat dengan memahami hukum fisika dari persamaan tersebut.

Bernoulli, dari namanya pasti dia bukan dari kampung halaman saya di Cisarua, mengatakan bahwa, dalam sebuah streamline perbandingan antara tekanan fluida (udara dalam hal ini juga adalah fluida), dan kecepatannya adalah konstan. Pusing? Saya juga pusing.

Prinsip Bernoulli

Jadi dalam gambar kedua, terlihat bahwa di dalam pipa di atas titik B dengan kecepatan yang lebih rendah maka tekanannya akan lebih tinggi.

Sedangkan di atas titik A, karena pipa yang dilewati fluida lebih sempit maka kecepatan menjadi lebih tinggi dan ternyata tekanannya menjadi lebih rendah. Jika anda membutuhkan rumus teori ini dapat dicari di Internet dengan mudah dengan kata kunci Bernoulli.

Aplikasi pada sayap pesawat

Dengan teori di atas, maka sayap pesawat di buat seperti gambar di bawah ini.

Udara akan mengalir melewati bagian atas sayap dan bagian bawah sayap. Sebenarnya bukan udara yang mengalir melewati sayap pesawat, tapi sayap pesawatlah yang maju “menembus” udara. Tapi kita akan mengasumsikan aliran ini dengan gambar sayap yang diam.

Dengan bentuk yang melengkung di atas, maka aliran udara di atas sayap membutuhkan jarak yang lebih panjang dan membuatnya “mengalir” lebih cepat dibandingkan dengan aliran udara di bawah sayap pesawat.

Karena kecepatan udara yang lebih cepat di atas sayap, maka tekanannya akan lebih rendah dibandingkan dengan tekanan udara yang “mengalir” di bawah sayap. Tekanan di bawah sayap yang lebih besar akan “mengangkat” sayap pesawat dan disebut GAYA ANGKAT / LIFT.

Karena itu, kecepatan pesawat harus dijaga sesuai dengan rancangannya. Jika kecepatannya turun maka lift nya akan berkurang dan pesawat akan jatuh, dalam ilmu penerbangan disebut STALL. Kecepatan minimum ini disebut Stall Speed.

Jika kecepatan pesawat melebihi rancangannya maka juga akan terjadi stall yang dinamakan HIGH SPEED STALL.

Tapi perlu juga diingat, bahwa hukum ini bukanlah satu-satunya hukum yang bekerja untuk menghasilkan lift. Hukum Bernoulli tidak bisa menjelaskan kenapa pesawat kertas yang kita buat bisa terbang. Artikel berikut akan menjelaskan hukum lain yang terlibat:

http://ilmuterbang.com/artikel-mainmenu-29/teori-penerbangan-mainmenu-68/41-pengetahuan-umum-penerbangan/249-lift-pada-pesawat-kertas

http://ilmuterbang.com/artikel-mainmenu-29/teori-penerbangan-mainmenu-68/26-private-pilot/86-aerodinamika-hukum-bernoulli


Pesawat

0

Boeing 737-900ER

Boeing 737-900ER adalah anggota terbaru dari jenis pesawat Next-Generation 737, jenis pesawat jet paling laris di dunia. Pesawat berkapasitas hingga 220 penumpang dalam konfigurasi single-class ini dianggap memiliki kapasitas yang lebih besar dan jangkauan lebih jauh.

Next Generation 737 lebih muda 10 tahun dan terbang lebih tinggi, lebih cepat, lebih jauh dan lebih tidak bising dibandingkan model saingannya.

Boeing 737-900ER menambah sepasang pintu keluar dan flat rear-pressure bulkhead yang memungkinkan kapasitas hingga 220 penumpang dalam layout single-class. Perubahan-perubahan dalam desain aerodinamis dan struktural, termasuk sayap yang diperkuat, tailskid dua posisi, perbaikan pada tepi depan dan belakang sistem flap, Blended Winglet dapat dipilih dan tangki bahan bakar tambahan memungkinkan 737-900ER untuk mengakomodasi berat tinggal landas yang lebih tinggi dan menaikkan jangkauannya hingga 3.200 nautical miles (5.900km).


Boeing 737-400

Boeing 737-400 adalah versi kapasitas lebih besar dari model 737-300 yang populer. Ia dapat menampung 158 penumpang dalam satu kali perjalanan dan Lion Air memiliki 10 buah 737-400 dalam armadanya yang memiliki 8 tempat duduk kelas bisnis dan 150 tempat duduk kelas ekonomi.


Boeing 737-300

Boeing 737-300 adalah pesawat jet dengan jangkauan pendek hingga medium, berkoridor tunggal dan narrow body. Pesawat ini dapat menampung 149 penumpang dan terdapat 2 buah pesawat 737-300 dalam armada Lion Air. Dua pesawat ini semuanya berbasis kelas ekonomi.


McDonnell Douglas MD-90

Mc Donnell Douglas MD-90 adalah pesawat canggih dengan ukuran sedang, dengan jangkauan medium dan merupakan salah satu pesawat jet komersial yang paling tidak berisik. Ia dapat membawa hingga 161 penumpang dan pengaturan interiornya menawarkan tempat duduk yang lebih lebar untuk kenyamanan yang lebih. Lion Air memiliki 16 buah MD-90. Semua pesawat ini memiliki 8 tempat duduk kelas bisnis dan 153 tempat duduk kelas ekonomi.

sumber: http://www2.lionair.co.id/ourfleet.aspx


APAKAH MADKSUD DARI PPL + CPL+ IR + ME + ATPL + VFR

0
Seperti halnya profesi lain, pilot juga mempunyai beberapa tingkatan ijin. Ini terkait dengan kemampuan dan jam terbang pilot bersangkutan. Secara umum lisensi pilot terdiri dari PPL, CPL, ATPL.

PPL (Private Pilot License)
PPL adalah lisensi paling dasar bagi pilot. Pemegang lisensi ini diperkenankan menerbangkan pesawat untuk kepentingan sendiri dan tidak diperbolehkan membawa penumpang dan dibatasi pada pesawat bermesin tunggal. Selain itu pilot yang hanya mempunyai lisensi PPL hanya diperkenankan terbang pada siang hari dan tidak terbang untuk dibayar (non komersial). Di Indonesia PPL mensyaratkan jam terbang sejumlah 60 jam terbang.

CPL (Commercial Pilot License)

Pemegang lisensi CPL diperkenankan menerbangkan pesawat bermesin tunggal, diperkenankan membawa penumpang (berbayar atau tidak) dan diperkenankan untuk penerbangan komersial tanpa kru (sebatas pada penerbangan baliho, penyemprotan kebun, pemadaman api, pesawat sewaan, laporan lalulintas, pemotretan udara bahkan instruktur terbang). Selain itu juga diperkenankan untuk terbang pada malam hari. CPL adalah syarat minimal pilot komersial. Di Indonesia CPL mensyaratkan 200 jam terbang.

ATPL (Airline Transport Pilot License)
ATPL adalah tingkatan tertinggi kemampuan pilot. ATPL disyaratkan untuk pilot yang bekerja di airline dengan penerbangan terjadwal. Pilot pemegang lisensi ini juga diperkenankan menerbangkan pesawat dengan kru (dua kru atau lebih), pesawat dengan penumpang/kargo besar. ATPL mensyaratkan 1500 jam terbang. Selain lisensi, seorang pilot biasanya juga memiliki sertifikat rating untuk menunjukkan kualifikasi tertentu yang dimiliki pilot bersangkutan. Rating ini meliputi ME, IR, dan rating untuk tipe pesawat. Kualifikasi

ME (Multi Engine) kualifikasi lisensi ini diperlukan jika pilot akan menerbangkan pesawat dengan mesin ganda.

IR (Instrument Rating)
kualifikasi diperlukan pada penerbangan malam atau penerbangan ada jalur IFR (Instrument Flight Rule). Jalur IFR adalah jalur penerbangan yang tidak bisa dilakukan dengan navigasi visual (misalnya penerbangan lintas samudra), melainkan dengan bantuan beacon radio di darat. Sedangkan pada penerbangan visual atau dikenal dengan

VFR(Visual Flight Rule)
pilot bisa mengandalkan gunung, danau, sungai, gedung sebagai bantuan navigasinya. Masih ada Type Rating, yaitu kualifikasi khusus untuk menerbangkan jenis pesawat tertentu. Misalnya pilot yang biasa menerbangkan pesawat keluaran airbus (seri A340-200, 300, 500, 600) harus meratifikasi lagi kualifikasinya jika akan menerbangkan pesawat Boeng meski seri 737-200. Jadi menjadi seorang pilot tidak bisa dengan cara yang cepat dan gampang. Kualifikasi dan kemampuan yang tinggi tetap diperlukan.

Sumber: http://penerbanganbogor.wetpaint.com/page/syarat+pilot

Pengelompokan pesawat berdasarkan jenisnya

0

Pesawat Udara (Aircraft) adalah : Any machine that can derive support in the atmosphere from the reactions of the air other than the reactions of the air against the earth’s surface (semua alat / benda buatan manusia yang dapat memperoleh penyangga di udara akibat reaksi udara terhadap benda tersebut selain reaksi udara terhadap permukaan bumi).

Pengelompokan ini dilakukan secara umum dan belum mencakup semua alat yang bisa terbang. Pada dasarnya pesawat dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu :

  1. Lighter than air aircraft
  2. Heavier than air aircraft

Lighter Than Air Aircraft

Any aircraft supported chiefly by its buoyancy in the air (semua pesawat udara yang berkerja dengan cara mengapung di udara dan lebih ringan dari udara).
Pembagian lighter than air aircraft :

Sebuah Airship

Sebuah Airship

  • a). Airship : A power driven lighter than air aircraft (pesawat udara lebih ringan dari udara dan bermesin).
  • b). Balloon : A non power driven lighter than air aircraft (pesawat udara lebih ringan dari udara tetapi tidak bermesin).
    Ballon terbagi lagi menjadi dua, yaitu free balloon (balon bebas) dan captive balloon (balon yang dapat dikendalikan).

Balon udara yang dapat di kendalikan dengan mengatur udara panas

Balon udara yang dapat di kendalikan dengan mengatur udara panas

Heavier Than Air Aircraft

Any aircraft deriving its lift in flight chiefly from aerodynamic forces. (semua pesawat udara yang mendapatkan gaya angkat akibat gaya aerodinamika). Pembagian heavier than Air Aircraft :

Pesawat bermesin

a). Aeroplane : A heavier than air aircraft, deriving its lift in flight chiefly from aerodynamic reactions on surfaces which remain fixed under given conditions of flight (pesawat udara lebih berat dari udara, yang mendapatkan gaya angkat akibat reaksi udara pada permukaan yang tetap/sayap).

  • a). Aeroplane : A power driven heavier than air aircraft (pesawat udara lebih berat dari udara dan bermesin).
  • b). Glider : A non power driven heavier than air aircraft, deriving its lift in flight chiefly from aerodynamic reactions on surfaces which remain fixed under given conditions of flight (pesawat udara lebih berat dari udara, tidak bermesin, mendapatkan gaya angkat dari sayap dengan cara meluncur/gliding). Glider dapat terbang di udara dengan memanfaatkan thermal atau udara panas yang terdapat di atmosfer. Gaya angkat (lift) yang dihasilkan benar-benar berasal dari sayap.
  • Glider, pesawat tak bermesin

    Glider, pesawat tak bermesin

    b). Rotorcraft : A heavier than air aircraft supported in flight by the reactions of the air on one or more rotors (pesawat udara lebih berat dari udara yang dapat terbang akibat reaksi udara terhadap rotor / sayap berputar).

    1. Helicopter : A heavier than air aircraft supported in flight chiefly by the reactions of the air on one or more power driven rotors on substantially vertical axes (pesawat udara yang mendapatkan gaya angkat dari sayap yang berputar/rotor yang berputar dari putaran mesin).
    2. Gyroplane : A heavier than air aircraft supported in flight by the reactions of the air on one or more rotors which rotate freely on substantially vertical axes (pesawat udara yang mendapatkan gaya angkat dari sayap/rotor yang berputar bebas).
    3. Gyro-glider : gyro-plane yang tidak memiliki mesin, tapi ditarik oleh mobil atau perahu motor. http://www.kate.aviators.net/gyro12.htm
    Gyroplane

    Gyroplane

    c) Ornithopter : A heavier than air aircraft supported in flight chiefly by the reactions of the air on planes to which a flapping motion is imparted (pesawat udara lebih berat dari udara yang dapat terbang akibat reaksi udara pada suatu bidang yang bergerak mengepak).
    Cara terbang dari Ornithopter mirip seperti capung, yaitu sayap di kepakkan naik turun untuk menghasilkan gaya angkat. Untuk pesawat jenis Ornithopter masih dalam tahap penelitian dan pengembangan, karena pesawat seperti ini harus memerlukan struktur yang sangat kuat terutama pada bagian sayap. Selain struktur sayap yang kuat juga harus memiliki fleksibilitas yang tinggi.

    Ornithopter dan cara terbangnya

    Ornithopter dan cara terbangnya

    Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai Ornithopter ini sendiri dapat di lihat di :
    http://www.ornithopter.de/

    Ket:
    Gambar gyroplane adalah karya Adrian Pingstone yang diberikan dengan public domain license.
    Gambar Ornithopter dari : http://www.ornithopter.de/

    sumber:http://www.ilmuterbang.com/artikel-mainmenu-29/teori-penerbangan-mainmenu-68/41-pengetahuan-umum-penerbangan/299-pengelompokan-pesawat-berdasarkan-jenisnya